Cuaca dan iklim: hujan sore ini bukan bukti apa-apa
Satu hari dingin tidak membantah pemanasan, sama seperti satu hari panas tidak membuktikannya.
Awal Juni, dan sepanjang minggu ini di kota saya cuacanya sejuk dan beberapa kali hujan, padahal katanya sudah masuk kemarau. Komentar yang sering saya dengar: mana buktinya bumi memanas kalau dingin begini? Saya pikir ini saat yang tepat untuk menjernihkan dua kata yang sering tertukar.
Cuaca adalah keadaan udara di satu tempat pada waktu yang singkat: hari ini, besok, minggu ini. Hujan sore, panas terik, angin kencang, semua itu cuaca. Cuaca berubah cepat dan sulit ditebak lebih dari beberapa hari ke depan.
Baca juga: Mengapa malam berlangit cerah terasa lebih dingin daripada malam berawan
Iklim adalah pola cuaca yang sama diamati selama puluhan tahun. Iklim menjawab pertanyaan seperti: kapan biasanya hujan datang, berapa suhu rata-rata bulan Agustus, seberapa sering banjir terjadi dalam satu generasi. Iklim itu rata-rata, dan rata-rata hanya bisa dihitung dari data yang panjang.
Perumpamaan yang saya suka: cuaca adalah suasana hati Anda hari ini, iklim adalah kepribadian Anda. Orang yang periang bisa murung sehari dua hari, dan itu tidak mengubah kepribadiannya. Begitu pula seminggu yang sejuk tidak membantah kecenderungan puluhan tahun.
Kebalikannya juga benar. Satu hari yang sangat panas bukan bukti pemanasan global. Yang menjadi bukti adalah bergesernya rata-rata, bertambah seringnya hari panas, dan berubahnya pola musim ketika diamati dalam jangka panjang di banyak tempat sekaligus.
Jadi kalau minggu ini terasa dingin, nikmati saja. Itu cuaca. Pertanyaan tentang iklim butuh catatan yang jauh lebih panjang daripada satu minggu di satu kota.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.