Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsIklim

Mengapa malam berlangit cerah terasa lebih dingin daripada malam berawan

Awan di malam hari bekerja seperti atap yang menahan hangat tanah pergi ke angkasa.

Minggu ini banyak orang mudik, dan sebagian menempuh perjalanan malam. Kalau Anda berhenti di rest area pada dini hari dengan langit penuh bintang, udaranya pasti terasa menggigit. Anehnya, malam yang mendung justru terasa lebih hangat. Ini bukan perasaan saja, dan penjelasannya cukup rapi.

Sepanjang siang, tanah, aspal, dan bangunan menyerap panas matahari. Begitu matahari terbenam, semua permukaan itu mulai melepaskan panasnya ke atas dalam bentuk sinar inframerah. Kalau langit cerah, sinar itu lepas hampir tanpa hambatan ke angkasa yang sangat dingin. Permukaan tanah pun mendingin cepat, dan udara di dekatnya ikut dingin.

Baca juga: Efek rumah kaca dijelaskan dengan selimut tidur

Awan mengubah cerita itu. Awan terdiri dari tetesan air yang sangat banyak, dan tetesan air sangat baik dalam menyerap sinar inframerah lalu memancarkannya kembali ke bawah. Pada malam berawan, sebagian besar panas yang dilepaskan tanah dipantulkan lagi ke tanah. Hasilnya, suhu tidak turun sedalam malam cerah.

Hal yang sama terjadi pada hari-hari kemarau di dataran tinggi. Siangnya terik karena langit tanpa awan membiarkan matahari masuk, tetapi malamnya sangat dingin karena langit yang sama membiarkan panas keluar. Daerah gurun mengalami versi ekstremnya: terik di siang hari, menggigil di malam hari.

Ada satu petunjuk kecil yang bisa Anda pakai. Kalau malam cerah dan tidak berangin, bersiaplah untuk pagi yang dingin dan mungkin berembun atau berkabut. Kalau malam mendung, pagi biasanya lebih hangat tetapi lebih lembap. Para petani dan nelayan sudah membaca tanda ini jauh sebelum ada ramalan cuaca.

VH
Vina HartantoVina bergabung pada 2023 dan merupakan penulis aktif dengan sembilan belas artikel, dari mekanisme vaksin hingga pergerakan lempeng di bawah kepulauan Indonesia. Ia memulai setiap artikel tentang gempa dengan membaca ulang katalog kejadian dari badan geofisika untuk wilayah yang dibahas.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.