Biogas: kotoran sapi yang berubah menjadi api di kompor dapur
Di dalam tangki tertutup, mikroba mengolah limbah kandang menjadi gas yang bisa dibakar, dan menyisakan pupuk.
Pertengahan Juli, ketika malam di dataran tinggi mulai terasa dingin dan kayu bakar makin dicari, ada rumah-rumah peternak yang dapurnya menyala dari sumber yang tidak terduga: kandang sapi di belakang rumah. Kotoran ternak yang biasanya hanya ditumpuk dialirkan ke sebuah tangki tertutup, dan dari tangki itu keluar gas yang bisa dibakar di kompor. Prosesnya disebut biogas, dan cara kerjanya meminjam sesuatu yang terjadi di alam setiap hari.
Di dalam tangki yang kedap udara, kotoran ternak dicampur air dan dibiarkan. Tanpa oksigen, kelompok mikroba tertentu mengambil alih. Mereka memakan bahan organik dalam kotoran itu tahap demi tahap: ada yang memecahnya menjadi senyawa sederhana, ada yang mengubah senyawa sederhana itu menjadi asam, dan di tahap akhir ada mikroba yang menghasilkan metana, gas yang sama dengan bahan utama gas alam. Proses pembusukan tanpa udara ini sama dengan yang terjadi di dasar rawa, tempat gelembung gas kadang naik ke permukaan.
Baca juga: Kompor induksi: memanaskan panci tanpa memanaskan kompornya
Gas di atas, pupuk di bawah
Gas yang terbentuk mengumpul di bagian atas tangki dan dialirkan lewat pipa ke dapur. Nyalanya biru dan bersih, tanpa asap seperti kayu bakar. Sementara itu, ampas yang sudah diolah keluar dari sisi lain tangki sebagai lumpur gelap yang baunya jauh lebih ringan daripada kotoran segar. Lumpur ini kaya nutrisi dan bisa langsung dipakai sebagai pupuk kebun. Jadi satu tangki mengerjakan tiga hal sekaligus: membersihkan kandang, memasak, dan memupuk.
Syaratnya tidak rumit, tetapi harus dijaga. Mikroba di dalam tangki menyukai suhu hangat yang stabil dan pasokan bahan yang teratur. Tangki yang dibiarkan kosong terlalu lama atau terlalu dingin akan melambat. Di dataran rendah tropis yang hangat, syarat suhu ini hampir terpenuhi dengan sendirinya; di dataran tinggi yang dingin, tangki biasanya ditanam di tanah supaya suhunya lebih terjaga.
Biogas bukan solusi untuk kota besar, dan ia hanya masuk akal di tempat yang punya ternak atau limbah organik dalam jumlah cukup. Tetapi untuk sebuah rumah tangga peternak, mengubah masalah bau di belakang rumah menjadi nyala api di depan rumah adalah contoh energi yang paling masuk akal: dekat, murah, dan memanfaatkan sesuatu yang memang sudah ada.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.