Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsRiset

Mengapa bertanya pada sepuluh orang belum cukup: soal ukuran sampel

Angka dari sampel kecil bisa melompat-lompat liar. Memahami mengapa adalah bekal membaca survei apa pun.

Setiap kali kemarau tiba di bulan Mei, saya selalu mendengar kalimat seperti ini: tetangga saya tiga orang sudah kena flu, berarti sedang banyak yang sakit. Atau: saya tanya lima teman, semua bilang harga bahan pokok naik. Kesimpulan seperti ini terasa meyakinkan, tetapi ilmuwan akan bertanya satu hal dulu: berapa orang yang ditanya?

Bayangkan sebuah koin yang adil dilempar sepuluh kali. Mendapat tujuh atau delapan sisi gambar sama sekali tidak aneh; itu terjadi cukup sering hanya karena kebetulan. Tetapi kalau koin dilempar seribu kali, hasilnya hampir pasti dekat dengan setengah. Semakin banyak lemparan, semakin kecil pengaruh kebetulan terhadap hasil keseluruhan. Hal yang sama berlaku untuk orang yang disurvei, pasien yang diobati, atau sawah yang diukur hasil panennya.

Baca juga: Hipotesis, teori, hukum: tiga kata sains yang sering dipakai terbalik

Kebetulan menyusut, tetapi tidak pernah hilang

Dengan sampel kecil, satu atau dua orang yang kebetulan berbeda sudah cukup mengubah gambaran sepenuhnya. Lima dari sepuluh menjadi setengah; tambah satu orang saja menjadi enam dari sebelas. Dengan sampel besar, satu orang nyaris tidak menggeser apa pun. Itulah sebabnya hasil survei yang baik selalu disertai keterangan tentang jumlah responden dan rentang ketidakpastiannya. Rentang itu bukan kelemahan; ia kejujuran tentang seberapa besar kebetulan masih bisa berperan.

Tetapi besar saja tidak cukup. Seribu orang yang semuanya ditanya di satu pusat perbelanjaan tetap tidak mewakili desa, pasar, atau orang yang tidak pernah ke mal. Sampel harus besar dan harus diambil dengan cara yang memberi semua orang peluang terpilih. Sampel besar yang bias hanyalah kesalahan yang diulang dengan percaya diri.

Cara memakainya sehari-hari

Ketika membaca klaim seperti sebagian besar orang setuju atau produk ini terbukti pada pengguna, cari dua hal: berapa banyak yang diamati, dan bagaimana mereka dipilih. Kalau jawabannya tidak ada, anggap angkanya cerita, bukan bukti. Dan kalau tiga tetangga sedang flu, itu alasan yang baik untuk menjaga kesehatan, tetapi bukan alasan untuk menyimpulkan satu kota sedang sakit.

VH
Vina HartantoVina bergabung pada 2023 dan merupakan penulis aktif dengan sembilan belas artikel, dari mekanisme vaksin hingga pergerakan lempeng di bawah kepulauan Indonesia. Ia memulai setiap artikel tentang gempa dengan membaca ulang katalog kejadian dari badan geofisika untuk wilayah yang dibahas.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.