Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Air sungai cokelat sehabis hujan: tanah yang sedang berpindah ke laut

Warna keruh itu bukan sekadar kotor. Itu lapisan tanah paling subur yang sedang pergi.

Awal April hujan masih sering turun, dan setiap kali hujan deras sungai di dekat rumah berubah dari kehijauan menjadi cokelat susu dalam hitungan jam. Banyak orang menganggap itu pemandangan biasa. Tetapi warna cokelat itu sebenarnya laporan harian tentang apa yang terjadi di hulu, dan laporannya tidak selalu menggembirakan.

Warna itu berasal dari butiran tanah halus yang melayang di dalam air. Butiran ini lepas ketika tetes hujan menghantam tanah telanjang, lalu terbawa aliran air di permukaan menuju parit, anak sungai, dan akhirnya sungai besar. Semakin deras arusnya, semakin banyak dan semakin besar butiran yang bisa diangkut. Ketika arus melambat, butiran yang berat mengendap lebih dulu, sedangkan yang paling halus bisa terbawa sampai ke muara dan laut.

Baca juga: Mengapa pohon jati menggugurkan daunnya menjelang kemarau

Mengapa hutan membuat air lebih jernih

Di lereng yang masih berhutan, tetes hujan tidak langsung menghantam tanah. Ia ditahan tajuk, menetes dari daun, lalu jatuh ke lapisan serasah yang empuk. Akar-akar mengikat tanah, dan tanah yang gembur menyerap air sehingga lebih sedikit yang mengalir di permukaan. Hasilnya, sungai dari hulu yang berhutan tetap relatif jernih bahkan setelah hujan besar. Sebaliknya, lereng yang baru dibuka, ladang yang dibiarkan gundul, atau galian yang terbuka akan langsung menyumbang lumpur ke sungai pada hujan pertama.

Yang terbawa itu bukan tanah sembarangan. Lapisan paling atas adalah lapisan yang paling kaya bahan organik, lapisan yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk. Sekali hanyut, ia tidak kembali ke lereng asalnya.

Ke mana lumpur itu pergi

Di hilir, endapan itu menumpuk di dasar sungai dan waduk, membuatnya lebih dangkal sehingga lebih mudah meluap. Di muara, ia membentuk delta dan memperluas daratan, tetapi juga bisa menutupi terumbu dan padang lamun yang membutuhkan air jernih untuk mendapat cahaya. Maka warna cokelat sehabis hujan adalah tanda yang patut dibaca: sungai sedang membawa tanah dari suatu tempat yang kehilangan pelindungnya, dan menitipkannya ke tempat yang mungkin tidak membutuhkannya.

IF
Irfan FadillahIrfan menulis untuk Bumi Sains sejak 2024 dan telah menerbitkan lima belas artikel tentang monsun, mikrohidro, dan cara kerja ulasan sejawat. Ia selalu menyertakan nomor DOI setiap studi yang dikutipnya dalam catatan kaki naskah sebelum menyerahkannya ke penyunting.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.