Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Mengapa pohon jati menggugurkan daunnya menjelang kemarau

Ketika hutan jati berubah cokelat dan gundul, pohonnya tidak sekarat. Ia sedang menghemat.

Akhir Maret, hujan mulai jarang di sebagian Jawa, dan di sepanjang jalan yang melewati hutan jati pemandangannya berubah. Daun-daun lebar yang hijau mulai menguning, mengering, lalu berjatuhan sampai pohon tinggal ranting telanjang. Bagi yang tidak terbiasa, hutan jati di awal kemarau tampak seperti hutan yang mati. Padahal yang terjadi adalah strategi bertahan hidup yang sangat tua.

Daun adalah tempat tumbuhan membuat makanan dari cahaya matahari, tetapi daun juga tempat air keluar. Di permukaan daun ada pori-pori kecil yang membuka untuk mengambil karbon dioksida dari udara, dan setiap kali pori membuka, uap air ikut lepas. Pohon dengan daun lebar seperti jati kehilangan air dalam jumlah besar setiap hari. Selama tanah masih lembap, itu bukan masalah. Begitu hujan berhenti dan tanah mengering, daun berubah dari aset menjadi beban.

Baca juga: Jamur yang muncul semalam sebenarnya sudah lama hidup di bawah tanah

Memutus pasokan ke daun

Pohon tidak membiarkan daunnya mati begitu saja. Sebelum gugur, ia menarik kembali zat-zat berharga dari dalam daun, terutama zat hijau daun dan nutrisi yang bisa dipakai ulang. Itu sebabnya daun menguning dulu sebelum jatuh: warna hijaunya diambil kembali, menyisakan pigmen kuning dan cokelat. Setelah isinya dikosongkan, lapisan sel khusus di pangkal tangkai mengering dan daun pun lepas dengan sendirinya.

Dengan ranting kosong, pohon nyaris tidak kehilangan air lagi. Ia memasuki masa istirahat, hidup dari cadangan makanan di batang dan akar, menunggu sampai hujan pertama kembali membasahi tanah. Pada saat itulah tunas-tunas baru muncul, sering kali hanya beberapa hari setelah hujan.

Bukan semua pohon memilih cara ini

Pohon-pohon lain, seperti kebanyakan pohon hutan hujan, mempertahankan daunnya sepanjang tahun karena di tempat mereka tumbuh air selalu tersedia. Pohon jati, kapuk, dan beberapa jenis lain yang hidup di daerah dengan kemarau panjang memilih jalan berbeda: lebih baik berhenti sejenak daripada mati kehausan. Lantai hutan yang tertutup daun kering itu pun bukan sampah; ia selimut yang menahan kelembapan tanah dan perlahan menjadi humus untuk musim berikutnya.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.