Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Jamur yang muncul semalam sebenarnya sudah lama hidup di bawah tanah

Payung putih di halaman sehabis hujan hanya ujung dari makhluk yang jauh lebih besar dan jauh lebih tua.

Setelah hujan berhari-hari di pertengahan Februari, pagi-pagi halaman belakang tiba-tiba dipenuhi payung-payung kecil berwarna putih dan cokelat. Kemarin belum ada, hari ini sudah berdiri rapi, dan dua hari lagi mungkin sudah layu. Kecepatan munculnya jamur sering membuat orang mengira ia tumbuh dari nol dalam semalam. Kenyataannya lebih menarik daripada itu.

Bagian jamur yang kita lihat, tudung dan tangkainya, hanyalah alat perkembangbiakan. Tubuh jamur yang sebenarnya adalah jaringan benang-benang halus yang disebut miselium, menjalar di dalam tanah, di bawah daun busuk, atau di dalam kayu lapuk. Jaringan ini bisa hidup berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tanpa sekalipun muncul ke permukaan. Ia sibuk menguraikan daun, ranting, dan sisa makhluk hidup lain menjadi bahan yang bisa diserap kembali oleh tumbuhan.

Baca juga: Mengapa batu di sungai bulat tetapi batu di lereng gunung bersudut

Mengapa harus menunggu hujan

Miselium menunggu syarat yang tepat untuk membuat payung: kelembapan tinggi, suhu yang pas, dan cukup cadangan makanan. Hujan panjang memenuhi semuanya sekaligus. Begitu syaratnya terpenuhi, jamur tidak perlu membangun sel baru satu per satu. Ia sudah menyiapkan tunas kecil padat yang tinggal diisi air, seperti balon yang tinggal ditiup. Itu sebabnya tudung bisa mekar dalam hitungan jam.

Payung itu lalu melepaskan spora, butiran sangat halus yang terbawa angin dan percikan air. Sebagian kecil saja yang mendarat di tempat yang cocok dan memulai miselium baru. Setelah tugasnya selesai, tudung membusuk, sedangkan jaringan di bawah tanah tetap hidup dan menunggu hujan berikutnya.

Maka jamur di halaman bukan tamu yang datang semalam. Ia penghuni tetap yang sepanjang tahun bekerja diam-diam sebagai pendaur ulang, dan hanya sesekali menampakkan diri. Lain kali melihatnya, bayangkan jaring halus yang mungkin terbentang di bawah seluruh halaman Anda. Catatan penting: menarik untuk diamati, tetapi jangan dimakan tanpa benar-benar tahu jenisnya, karena beberapa jenis yang mirip bisa sangat beracun.

IF
Irfan FadillahIrfan menulis untuk Bumi Sains sejak 2024 dan telah menerbitkan lima belas artikel tentang monsun, mikrohidro, dan cara kerja ulasan sejawat. Ia selalu menyertakan nomor DOI setiap studi yang dikutipnya dalam catatan kaki naskah sebelum menyerahkannya ke penyunting.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.