Pasang surut: tarikan Bulan yang mengatur rob di kampung pesisir
Air laut naik dan turun dua kali sehari, dan jadwalnya ditentukan oleh benda langit yang jauh.
Teman saya yang tinggal di pesisir utara Jawa bilang, di bulan-bulan hujan seperti sekarang, jalan di depan rumahnya kadang tergenang air laut padahal tidak hujan. Warga menyebutnya rob. Yang menarik, rob datang dengan jadwal yang hampir bisa ditebak, karena penyebab utamanya bukan cuaca, melainkan Bulan.
Bulan menarik Bumi dengan gaya gravitasi. Air laut, yang bebas bergerak, ikut tertarik ke arah Bulan sehingga membentuk tonjolan di sisi Bumi yang menghadap Bulan. Di sisi Bumi yang berlawanan juga terbentuk tonjolan, karena di sana tarikan Bulan paling lemah dan air seolah tertinggal. Bumi berputar melewati dua tonjolan itu setiap hari, dan itulah sebabnya kebanyakan pantai mengalami dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari.
Baca juga: Cacing tanah, petani kecil yang bekerja di bawah kaki kita
Saat Matahari ikut menarik
Matahari juga menarik air laut, walau pengaruhnya lebih kecil karena jaraknya sangat jauh. Ketika Bulan, Bumi, dan Matahari segaris, yaitu saat bulan baru dan bulan purnama, tarikan keduanya saling menguatkan. Pasang menjadi lebih tinggi dari biasanya dan surut lebih rendah. Pasang purnama inilah yang sering membawa rob ke jalan-jalan kampung pesisir.
Rob menjadi lebih parah ketika pasang tinggi bertemu dengan hujan lebat, angin kencang dari laut, atau sungai yang meluap. Di beberapa kota pesisir, tanah juga perlahan turun karena pengambilan air tanah yang berlebihan, sehingga pasang yang dulu tidak sampai ke jalan kini masuk ke rumah.
Kalau Anda tinggal di pesisir, perhatikan kalender bulan. Purnama dan bulan baru adalah saat yang tepat untuk waspada.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.