Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Perjalanan sampah plastik dari selokan ke laut

Sebagian besar plastik di lautan tidak dibuang ke laut. Ia bermula di selokan depan rumah, lalu hujan dan sungai menyelesaikan sisanya.

Perjalanan sampah plastik dari selokan ke laut
Foto: A / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Sebagian besar sampah plastik di lautan tidak dibuang langsung ke laut. Ia memulai perjalanannya jauh di darat: dari selokan di depan rumah, tempat sampah yang meluap, atau pinggir jalan tempat sebungkus plastik dilempar begitu saja. Hujan dan sungai yang menyelesaikan sisanya.

Air mengalir ke tempat yang lebih rendah, dan begitu pula sampah yang terbawa olehnya. Plastik yang ringan dan tahan air sangat mudah terangkat oleh aliran. Dari selokan ia masuk ke saluran drainase, lalu ke anak sungai, lalu ke sungai besar yang bermuara di laut. Di negara kepulauan dengan ribuan sungai, laut tidak pernah jauh.

Baca juga: Mengapa api di lahan gambut sulit dipadamkan

Mengapa plastik berbeda dari sampah lain

Daun, sisa makanan, dan kertas terurai dalam hitungan pekan atau bulan. Plastik tidak. Ia hanya terpecah menjadi potongan yang semakin kecil oleh sinar matahari dan gesekan, tetapi tidak pernah benar-benar hilang. Potongan-potongan kecil ini, yang disebut mikroplastik, menjadi semakin sulit disaring dan semakin mudah tertelan oleh organisme air.

Banyak jenis plastik juga mengapung. Sementara sampah lain tenggelam dan terkubur, plastik terus berjalan di permukaan, tersangkut di akar mangrove, menumpuk di muara, atau hanyut hingga ke laut lepas dan pantai pulau lain yang jauh dari sumbernya.

Perjalanan yang tidak selalu lurus

Sungai bukan pipa yang langsung memindahkan sampah ke laut. Banyak plastik tersangkut di sepanjang jalan: di dasar sungai, di tepian saat banjir surut, di antara tumbuhan air, atau di balik pintu air. Ia bisa tertahan bertahun-tahun, lalu terbawa sekaligus oleh banjir besar berikutnya.

Musim hujan adalah masa ketika gelombang sampah ini bergerak. Setelah hujan lebat pertama, sampah yang terkumpul selama kemarau di saluran-saluran kota terangkat dan bergerak serentak, dan itulah sebabnya pantai-pantai sering tampak paling kotor pada awal musim hujan.

Di mana pencegahan paling masuk akal

Mengangkat plastik dari laut lepas sangat sulit dan mahal; sampah tersebar di wilayah yang luas dan terus terpecah. Menangkapnya di sungai lebih mudah, karena alirannya terkonsentrasi di jalur sempit. Tetapi yang paling murah dan efektif adalah mencegahnya masuk ke sungai sejak awal.

Itu berarti sistem pengumpulan sampah yang menjangkau setiap rumah, termasuk di kampung padat dan bantaran sungai yang sering terlewat; tempat sampah yang tertutup dan diangkut rutin; serta kebiasaan sederhana tidak membuang sampah ke saluran air.

Setiap bungkus plastik yang berhasil ditahan di darat adalah satu bungkus yang tidak perlu diambil dari laut. Dalam persoalan ini, hulu selalu lebih murah daripada hilir.

IF
Irfan FadillahIrfan menulis untuk Bumi Sains sejak 2024 dan telah menerbitkan lima belas artikel tentang monsun, mikrohidro, dan cara kerja ulasan sejawat. Ia selalu menyertakan nomor DOI setiap studi yang dikutipnya dalam catatan kaki naskah sebelum menyerahkannya ke penyunting.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.