Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsIklim

Dari mana datangnya embun pagi di tengah musim kemarau

Tidak hujan berhari-hari, tapi rumput tetap basah setiap pagi. Udara ternyata menyimpan air yang tak terlihat.

Pertengahan kemarau seperti sekarang, hujan sudah lama tidak turun di tempat saya. Tapi setiap pagi, rumput di halaman basah, dan motor yang diparkir di luar berembun. Dari mana airnya?

Udara selalu mengandung uap air, bahkan di musim kering. Kita tidak melihatnya karena uap air adalah gas yang tidak berwarna. Jumlah uap yang bisa ditampung udara bergantung pada suhu: udara hangat sanggup menyimpan lebih banyak, udara dingin lebih sedikit.

Baca juga: Mengapa 30 derajat di pesisir terasa lebih gerah daripada di pegunungan

Pada malam yang cerah, permukaan tanah, rumput, dan logam melepaskan panasnya ke langit dengan cepat. Permukaan itu menjadi lebih dingin daripada udara di sekitarnya. Udara yang menyentuh permukaan dingin itu ikut mendingin, dan pada suhu tertentu ia tidak sanggup lagi menahan semua uapnya. Kelebihan uap itu berubah menjadi tetesan air. Itulah embun.

Suhu saat udara mulai melepaskan uapnya punya nama: titik embun. Kalau titik embun tinggi, embun mudah terbentuk. Kalau udaranya sangat kering, suhu harus turun jauh lebih rendah sebelum embun muncul, dan di kemarau yang benar-benar kering kadang embun tidak muncul sama sekali.

Menariknya, embun lebih sering muncul pada malam yang cerah dan tenang daripada malam berawan. Awan bekerja seperti selimut yang menahan panas, sehingga permukaan tidak cukup dingin untuk mengembunkan uap. Angin kencang juga mengganggu, karena terus mengaduk udara dan mencegah lapisan dingin terbentuk di dekat tanah.

Jadi embun bukan sisa hujan yang tertunda. Ia adalah air yang sepanjang hari ada di udara, menunggu malam yang cukup dingin untuk menampakkan diri.

AK
Anggi KusumaAnggi mendirikan Bumi Sains pada 2022 dan menulis lima artikel pertamanya hingga 2023 sebelum menyerahkan redaksi kepada tim yang lebih besar. Artikel pembukanya tentang mengapa penjelasan sains dalam bahasa Indonesia sering berhenti di permukaan masih menjadi acuan gaya penulisan di redaksi.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.