Edisi 28 Oktober 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsRiset

Mengapa ilmuwan jarang bilang pasti dan apa artinya itu

Ketidakpastian adalah fitur, bukan cacat.

Banyak orang kesal ketika membaca pernyataan ilmuwan yang penuh kata kemungkinan, cenderung, atau diperkirakan. Terdengar ragu. Saya dulu juga begitu, sampai saya paham bahwa kata-kata itu justru bagian terpenting dari pernyataannya.

Sains tidak bekerja dengan kepastian mutlak. Setiap pengukuran punya batas ketelitian, setiap sampel hanya sebagian dari keseluruhan, dan setiap kesimpulan bisa dikoreksi oleh data baru. Ilmuwan yang baik tahu persis di mana batas pengetahuannya, dan ia menyampaikan batas itu dengan jujur.

Baca juga: Korelasi bukan sebab-akibat: pelajaran dari es krim dan kolam renang

Yang penting dipahami: tidak pasti bukan berarti tidak tahu. Ada perbedaan besar antara mungkin hujan sore ini dan hampir pasti hujan sore ini. Keduanya memakai bahasa kemungkinan, tetapi tingkat keyakinannya sangat berbeda. Ketika sebuah temuan sudah diuji berulang kali oleh banyak kelompok dengan cara yang berbeda dan hasilnya selalu sama, tingkat keyakinannya menjadi sangat tinggi, walau ilmuwan tetap enggan memakai kata mutlak.

Bandingkan dengan orang yang selalu bicara dengan nada pasti tentang segala hal. Kepastian yang tidak disertai bukti justru patut dicurigai. Dalam sains, orang yang mengaku seratus persen yakin biasanya belum cukup lama memeriksa datanya.

Ada juga ketidakpastian yang dinyatakan dalam angka, misalnya rentang nilai yang menunjukkan seberapa besar hasil bisa meleset. Rentang itu bukan tanda penelitian gagal. Justru penelitian yang tidak menyebutkan rentang ketidakpastiannya yang patut dipertanyakan.

Jadi lain kali Anda membaca kata kemungkinan dalam laporan sains, jangan anggap itu kelemahan. Anggap itu sebagai peta: ilmuwan sedang memberi tahu di mana wilayah yang sudah terpetakan dengan baik, dan di mana yang masih kabur.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.